

Di Indonesia penerapan Zakat Penghasilan disebut Zakat Pendapatan dan Jasa diatur dalam SK Ketua BAZNAS No. 1 tahun 2024 tentang Nilai Hisab Zakat Pendapatan Dan Jasa Tahun 2024 dengan ketentuan sebagai berikut:
Dalam praktiknya, zakat penghasilan dapat ditunaikan setiap bulan dengan nilai nishab perbulannya adalah setara dengan nilai seperduabelas dari 85 gram emas (seperti nilai yang tertera di atas) dengan kadar 2,5%. Jadi apabila penghasilan setiap bulan telah melebihi nilai nishab bulanan, maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5% dari penghasilannya tersebut
Ada banyak jenis profesi dengan pembayaran rutin maupun tidak, dengan penghasilan sama dan tidak dalam setiap bulannya. Jika penghasilan dalam 1 bulan tidak mencapai nishab, maka hasil pendapatan selama 1 tahun dikumpulkan atau dihitung, kemudian zakat ditunaikan jika penghasilan bersihnya sudah cukup nishab.
|
Nishab Zakat Penghasilan |
85 gram emas |
|
Kadar Zakat Penghasilan |
2,5% |
|
Haul |
1 tahun |
Cara menghitung Zakat Penghasilan:
2,5% x Jumlah penghasilan dalam 1 bulan
Contoh:
Penghasilan Bapak Fulan sebesar Rp10.000.000/bulan, atau jika disetahunkan menjadi Rp120.000.000/tahun. Artinya penghasilan Bapak Fulan dalam satu tahun sudah wajib mengeluarkan zakat (lebih dari nilai nisab zakat Rp82.312.725/tahun) .
Maka Zakat Bapak Fulan yang wajib dikeluarkan adalah Rp10.000.000 (gaji per bulan) x 2.5% = Rp250.000,-/ bulan.
Mari tunaikan Zakat Profesi Anda melalui UPZ An-Nizhom untuk berbagi kebahagian dengan masyarakat sekitar 😊🙏🏼
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik